Rabu, 24 April 2013

Posted by KHUSNUL KHOTIMAH on 09.18 No comments
      Senang sekali kalau ingat saya menonton film the billionaire, kisah nyata dari Thailand yang mana pengusaha muda tersebut sukses di usianya yang masih sangat muda dan sangat produktif 25 tahun dan saya menangis di siang hari saat itu. Okee kita mulai resensi film nya :D


   Film Thailand berjudul the Billionaire atau Top Secret rilis pada 20 Oktober 2011  tentunya menjadi salah satu film yang ditunggu oleh para fans  Pachara Chirathivat setelah ia sukses membintangi Film SuckSeed.
Film The Billionaire diangkat dari kisah nyata seorang pengusaha muda bernama Top Ittipat. Siapa yang menyangka bahwa Ittipat adalah seorang pecandu game online saat dia berusia 16 tahun?
Saat gurunya sedang menjelaskan pelajaran, Ittipat sibuk bermain game online. Jumlah komputer di kamarnya lebih dari 3, dan semuanya dipergunakan untuk main game online.Cerita ini dipenuhi rasa pengorbanan dari seorang Top. Berawal hanya dari sebuah game online, kemudian dia bisa mendapatkan uang banyak dengan cara menjualnya hingga ia bisa membeli sebuah mobil biru mereknya saya lupa, pokoknya mobil mahal. Tapi sayangnya, keberuntungan itu tak seterusnya berpihak kepada Top. Apalagi orang tua nya tidak menyetujui tindakan Top dan meminta Top untuk mengembalikan mobil tersebut karena tidak menyangka dengan uang yang didapat oleh Top, namun Top tidak mendengar perkataan orang tua nya.

Berlanjut dengan sebuah usaha kecil. Namun itu tak semulus yang ia kira. Karena selama ini ia tak pernah memikirkan hidup susah. Top benar-benar merasakan apa yang namanya jatuh bangun. Hingga semua komputer untuk games yang ia miliki harus ia jual.
Saat ia berusia 17 tahun, ia berhenti sekolah dan menjadi penjaja kacang, dibantu oleh pamannya yang sudah separuh baya. Usahanya tidak begitu lancar, ada saja masalah yang menghampiri usaha anak muda tersebut. Orangtuanya pun khawatir dengan masa depan anak bungsunya tersebut.
Saat ia berusia 18 tahun, keluarganya bangkrut dan meninggalkan hutang sebesar 40 juta baht. Papa dan mamanya memutuskan untuk meninggalkan Thailand, tetapi Ittipat meminta untuk tetap tinggal.
Saat berusia 19 tahun, Ittipat berhasil menciptakan camilan rumput laut goreng "Tao Kae Noi" (Pengusaha Muda) yang saat ini dijual di 3.000 cabang 7-Eleven (mini market) di Thailand. Tapi tidak semudah itu ia mencapai kesuksesan!
Ia menghabiskan beratus-ratus ribu baht untuk menciptakan cemilan ini, hingga suatu hari pamannya terjatuh dan masuk RS, dan dari musibah itulah, ia mendapat titik cerah untuk menciptakan camilan rumput laut goreng.
Awalnya ia menjual produknya di counter di pusat perbelanjaan. Lalu ia mencoba untuk menawarkan produknya ke 7-Eleven. Kunjungan demi kunjungan ia ditolak karena kemasan, harga, dan lain sebagainya.
Dengan tekad yang pantang menyerah, ia mengubah desain kemasan dengan bantuan seorang designer. Ia dengan semangat kembali ke 7-Eleven, tetapi penantiannya tidak mendapat respon. Lalu, ia memberikan sample produknya kepada satpam penjaga di sana. Dan ternyata produknya diambil oleh beberapa karyawan di gedung itu.
Di saat ia merasa ingin putus asa, tiba-tiba ia di hubungi oleh pihak 7-Eleven karena produknya diterima. Tetapi, ia harus mempunyai sebuah pabrik. Selama ini ia menggoreng rumput lautnya hanya di sebuah dapur kecil bersama Pamannya.
Lalu ia teringat keluarganya masih mempunyai sebuah kantor kecil. Maka ia merenovasi kantor tersebut menjadi sebuah pabrik agar ia bisa lolos kualifikasi. Pada akhirnya, kerja keras dan semangatnya berbuah hasil.
Setelah 2 tahun, ia berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah yang selama ini mereka tinggali bersama kedua orangtuanya. Semua yang dialami, tidaklah mudah untuk dilewati. Tetapi, disaat ia berhasil melewati itu semua, ia menuai hasil dari kerja kerasnya, bahkan berlipat-lipat ganda.  Sangat menginspirasi para wirausahawan maupun calon wirausahawan. Perjalanan dia menuju sebuah kesuksesan penuh dengan masalah hinggal ia terjatuh berkali-kali, mengalami musibah bertubi-tubi, hingga ia harus berpisah dengan orangtuanya.

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar